Cari Ribut Dengan Negara Islam Lain, Fakta-fakta Israel Serang Pos Perbatasan Mesir

Selasa, 24 Oktober 2023 – 04:24 WIB

Mesir – Perang yang terjadi antara Hamas Palestina dan Israel saat ini telah memasuki minggu ketiga setelah pecah pada 7 Oktober 2023 lalu. Pada tanggal tersebut, kelompok Hamas yang menguasai Gaza menyerang Israel secara dadakan dengan ribuan roket. 

Baca Juga :

5 Artis Hollywood yang Berasal dari Israel, Pesonanya Bikin Kaum Adam Melongo

Kejadian ini menjadi babak baru dari konflik antara Israel dan Palestina karena setelah serangan itu, Israel membalas dengan mendeklarasikan perang. Kini, Tel Aviv menyerang Jalur Gaza dari berbagai sisi, termasuk perbatasan antara Mesir dan Gaza yang disebut Rafah. 

Baca Juga :

Dua Minggu Perang Israel-Hamas, Korban Tewas di Palestina Capai 5.100 Jiwa

Warga Palestina mengevakuasi korban serangan udara Israel di Rafah, Gaza

Perbatasan Rafah memiliki sejarah yang panjang dan rumit. Sebelum Israel menduduki Jalur Gaza tahun 1967, perbatasan ini adalah bagian dari Mesir. Namun, setelah perang itu, Israel mengambil kendali atas wilayah tersebut selama beberapa tahun. 

Baca Juga :

Iran Ancam Israel dan AS Bahwa Perang di Timur Tengah Bisa Lepas Kendali

Kemudian, pada 2005, Israel secara sepihak menarik pasukannya dan menyerahkan kendali Jalur Gaza kepada Palestina. Meski Mesir dan Israel berbagi kontrol atas perbatasan itu, ia menjadi semakin penting sejak Hamas mengambil alih pemerintahan di Jalur Gaza pada 2007. 

2. Tak Sembarangan Warga Palestina Bisa Melintas

VIVA Militer: Pasukan Pertahanan Israel (IDF)

VIVA Militer: Pasukan Pertahanan Israel (IDF)

Pos perbatasan Rafah ini tidak memberikan kemudahan untuk warga Palestina meninggalkan Jalur Gaza. Seseorang yang mau menyebrangi perbatasan tersebut harus mengurus pendaftaran dengan pihak berwenang setempat sekitar dua hingga empat minggu sebelumnya. 

Baca Juga  Benarkah Airlangga Hartarto Tandatangani Kesepakatan Golkar Gabung Koalisi Perubahan?

Meski sudah mendaftar, kemungkinan besar akan menghadapi penolakan tanpa pemberitahuan atau penjelasan, baik dari otoritas Palestina maupun Mesir. Menurut laporan 2023, Mesir memberikan izin kepada 19.608 orang meninggalkan Gaza, sedangkan 314 lainnya ditolak. 

3. Pos Rafah Dibuka

VIVA Militer: Penduduk Gaza, Palestina

VIVA Militer: Penduduk Gaza, Palestina

Perbatasan antara Mesir dan Gaza akhirnya dibuka pada Sabtu, 21 Oktober 2023 untuk mengirimkan bantuan sangat dibutuhkan warga Palestina. Sebab, mereka telah terkepung sejak Israel menggempurnya dengan serangan udara membalas roket Hamas. 

Hanya 20 truk yang diizinkan masuk, jumlah yang menurut para pekerja bantuan tak cukup untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lebih dari 200 truk yang membawa 3.000 ton bantuan telah menunggu di dekatnya selama berhari-hari. 

4. Israel Serang Pos Perbatasan Kerem Shalom

VIVA Militer: Tank Merkava militer Israel

VIVA Militer: Tank Merkava militer Israel

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di perbatasan Israel dan Mesir, tepatnya di wilayah Kerem Shalom, pada Minggu, 22 Oktober 2023. Sebuah tank militer Israel menembak pos perbatasan yang dijaga pasukan Mesir dan hal tersebut dikonfirmasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF). 

Namun, militer Israel mengatakan bahwa serangan tersebut adalah ketidaksengajaan. Pasukan yang berada di bawah komando Mayor Jenderal Herzi Halevi tersebut tengah menyelidiki serangan itu. IDF kemudian meminta maaf kepada pemerintah dan militer Mesir. 

5. Israel Diduga Sengaja Serang Perbatasan Mesir

VIVA Militer: Tank Merkava militer Israel

VIVA Militer: Tank Merkava militer Israel

Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, pihak Mesir mengatakan bahwa sejumlah prajuritnya hanya mengalami luka-luka saja. Namun, Mesir tidak menjelaskan secara rinci terkait jumlah personel yang menjadi korban dalam serangan tank Israel tersebut. 

Padahal Mesir adalah salah satu negara Islam di Benua Afrika sehingga ada dugaan Israel cari ribut dengan negara Islam yang lain. Dugaan lain mengatakan bahwa militer Israel sengaja menargetkan pos perbatasan setelah Mesir membuka perbatasan di jalur Rafah menuju Gaza. 

Baca Juga  Perkuat Ukhuwah, KEIND Ingin Berkontribusi Lebih untuk Negara

Halaman Selanjutnya

Source : lbc.co.uk

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *