Konflik Israel vs Hamas Memanas, Begini Dampaknya ke Perusahaan Sektor Pertahanan

Rabu, 11 Oktober 2023 – 09:33 WIB

Jakarta – Maraknya konflik berskala global dari Perang Rusia-Ukraina hingga ekskalasi Hamas-Israel yang kembali memanas belakangan ini, diakui memiliki dampak bagi saham-saham perusahaan di sektor pertahanan di luar negeri.

Baca Juga :

Korban Jiwa di Pihak Israel Lebihi 1.000 Orang Pascaserangan Hamas

Hal itu dibenarkan oleh Direktur Utama Holding BUMN Industri Pertahanan atau Defend ID, Bobby Rasyidin, yang menyebut bahwa hal tersebut merupakan akibat dari banyaknya permintaan yang masuk.

“Konflik seperti ini kan tidak terjadi hanya kemarin saja. Ketika Rusia melakukan invasi ke Ukraina, itu hampir semua saham dari industri pertahanan itu terbang,” kata Bobby di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 10 Oktober 2023.

Baca Juga :

5 Negara ASEAN yang Akui dan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

MoU holding BUMN industri pertahanan atau Defend ID.

Dengan tingginya permintaan, maka hal itu pun jelas berdampak pada daftar tunggu yang memanjang. “Karena apa (saham industri pertahanan terbang)? Ya karena backlog-nya itu jadi panjang,” ujarnya.

Baca Juga :

Tak Punya Kedutaan di Israel, RI Minta Bantuan Filipina Evakuasi WNI dari Wilayah Konflik

Bobby mencontohkan, hal serupa pernah terjadi pada salah satu pabrikan pesawat yang cukup tersohor di industri pertahanan dunia, yakni Lockheed Martin. Mereka diketahui kerap kebanjiran pesanan imbas sejumlah konflik geopolitik global, sehingga order produksi pesawat yang biasanya rampung dalam kurun waktu 2 tahun kini semakin memanjang.

“Misalnya Lockheed Martin. Yang tadinya backlog bikin pesawat cuma 2 tahun, sekarang kalau enggak salah 7 atau 8 tahun. Jadi kalau order hari ini, baru 8 tahun lagi pesawatnya jadi,” kata Bobby.

Defend ID Tidak Dapat Dampak Positif

Meski demikian, lanjut Bobby, Defend ID tidak mendapatkan dampak positif apapun dari adanya rentetan sejumlah konflik global, dan pengaruhnya terhadap lonjakan saham-saham produsen senjata tersebut.

Baca Juga  Alasan Nikita Willy Biarkan Baby Issa Makan Sambil Ngantuk

Sebab, industri pertahanan Indonesia sangat berhati-hati dalam mengekspor produksi senjatanya. Di mana, salah satu prosedurnya pun harus melalui izin dari Negara, yang dalam hal ini digawangi oleh Kementerian Pertahanan.

“Untuk kita mengekspor ini, harus ada tanda tangan dari Kementerian Pertahanan. Kalau enggak ada izin, kita enggak boleh ekspor,” ujar Bobby.

“Makanya, alhamdulillah buah dari konflik-konflik ini enggak ada yang mampir ke industri pertahanan kita. Jadi enggak ada ekspor, dan kita tidak terpengaruh sama sekali,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Defend ID Tidak Dapat Dampak Positif

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *