Perkuat Pertahanan Laut, TNI AL Luncurkan Kapal Patroli Anti Peluru Terbaru Buatan Dalam Negeri

Rabu, 25 Oktober 2023 – 14:59 WIB

Jakarta – TNI Angkatan Laut kembali diperkuat alutsista baru. Kali ini, kekuatan matra laut itu memiliki tambahan satu unit Special Mission Commbat Boat atau kapal Patroli Keamanan Laut (Patkamla) terbaru.

Baca Juga :

Pasukan Khusus Tentara Wanita Israel Klaim Bunuh 100 Anggota Hamas

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono mengatakan, kapal patroli terbaru milik TNI AL ini memiliki sejumlah keunggulan yang dapat mendukung operasi pertahanan TNI Angkatan Laut. 

Dia menjelaskan, salah satu keunggulan kapal patroli karya perusahaan industri pertahanan dalam negeri, PT. Tesco Indomaritim ini dilengkapi dengan body dan kaca anti-peluru.

Baca Juga :

Bang Amin Diganti, Letkol Dadang Melesat Jadi Komandan Pasukan Pasopati Hantu Laut Marinir TNI

“Kita saksikan bersama penyerahan satu unit Patkamla yang kita namai Patkamla Yapero. Ini adalah merupakan inovasi kita, produk dalam negeri. Kapal Patkamla ini dilengkapi plat baja anti peluru dan kaca anti peluru,” kata Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono usai meresmikan kapal Patkamla yang diberi nama Yapero di Dermaga Pantai Muara, Jakarta Utara, Rabu, 25 Oktober 2023.

Jenderal bintang tiga TNI AL itu menambahkan, kapal patroli Special Commbat Boat itu didesign atau dirancang secara khusus untuk memperkuat unsur patroli jajaran TNI AL, khususnya di selat-selat dan sungai-sungai kecil yang tidak dapat dilintasi kapal milik TNI AL berukuran besar.

Baca Juga :

Jenderal Dudung Abdurachman Pesan Prajurit TNI Jaga Netralitas di Pemilu 2024

VIVA Militer: Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri P. resmikan kapal Patkamla baru

Lebih jauh Wakasal menuturkan, kapal Patkamla Yapero ini nantinya akan memperkuat jajaran Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Timika dibawah komando Lantamal XI Merauke, Papua, Koarmada III Sorong.

Baca Juga  Erika Carlina Beberkan Alasan Ogah Keseringan Posting Pacar di Medsos

Dia menegaskan, kapal Patkamla Yapero itu sangat mendukung operasi di wilayah perairan yang dinilai rawan penyelundupan barang ilegal di jalur-jalur tikus wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah Papua.

“Kita sudah uji coba nanti akan segera kita kirim, makanya kapal ini namanya Patkamla Yapero karena akan kita tempatkan di Timika. Seperti kita ketahui bersama di sana intensitas bahayanya cukup tinggi, nanti kita akan patrolikan di sungai-sungai di Papua. Mudah-mudahan akan bermanfaat,” ujarnya.

“Ini kan berani bertempur di sungai karena dia anti peluru. Dilengkapi dengan senjata. Tentunya inovasi-inovasi ini akan tetap kita kembangkan melihat situasi yang ada,” tambah Wakasal.

Untuk diketahui, Special Mission Commbat Boat atau Patkamla Yapero memiliki panjang body 18.30 meter dengan lebar 4.2 meter. Kapal patroli ini memiliki kecepatan maksimal 35 Knot, dengan kecepatan jelajah 30 Knot, serta kecepatan ekonomis 15 Knot. 

Kapal patroli ini dilengkapi akomodasi untuk 7 crew dan ditambah dengan akomodasi 14 personel pasukan. Sehingga kapal ini selain dapat digunakan sebagai operasi keamanan laut, juga dapat digunakan dalam operasi peperangan khusus anti-teror aspek laut dan kegiatan infiltrasi melalui laut.

Tidak hanya itu, kapal patroli ini juga dilengkapi dengan sistem navigasi Radar Furuno type 1835, Magnetic Compas Voyager, dan Echo Sounder Furuno type FCV-668. Untuk persenjataannya sendiri, kapal ini dilengkapi dengan tiga senjata otomatis. Satu senjata kaliber 12.7 mm di deck atas kapal, dan dua senjata kaliber 7.62 mm di buritan belakang kapal.

“Special Mission Commbat Boat ini dapat bermanuver berbelok dengan tiba-tiba dan bermanuver zig-zag, karena memang dirancang untuk melaksanakan patroli dan pengejaran kapal-kapal pelaku tindak ilegal,” kata Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono.

Baca Juga  Apa yang perlu diketahui oleh pengembang

Halaman Selanjutnya

Dia menegaskan, kapal Patkamla Yapero itu sangat mendukung operasi di wilayah perairan yang dinilai rawan penyelundupan barang ilegal di jalur-jalur tikus wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah Papua.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *