Teler Berat, Komandan Pasukan Rusia Cekcok Berujung Disandera Anak Buah

Rabu, 17 Januari 2024 – 19:52 WIB

VIVA – Sejumlah perwira militer Rusia telah dijadikan sandera oleh anak buahnya sendiri, akibat tindakan tak pantas terhadap prajuritnya. Tentara Rusia yang menyandera para komandan, diketahui adalah mantan terpidana mati.

Baca Juga :

Sharp Aquos Sense8 Diklaim Sudah Standard Militer dan Tahan Banting

Dalam laporan yang dikutip VIVA Militer dari Newsweek, sebuah video berdurasi 52 detik diunggah oleh saluran Telegram bernama Poisk_in_ua

Terlihat dalam rekaman itu, sejumlah tentara Rusia berdebat antar sesama mereka. Sementara, terdengar suara gebrakan dari arah pintu yang diyakini tempat para komandan disandera.

Baca Juga :

Menhan Prabowo Akan Berangkatkan Kapal Rumah Sakit TNI AL Pembawa Bantuan ke Palestina Besok

Tak peduli sanksi yang akan dijatuhkan kepadanya, tentara Rusia itu tetap tak mau membebaskan para komandan meski mendapat tekanan dari rekan-rekannya.

VIVA Militer: Tentara Rusia menyandera komandannya

Baca Juga :

Luar Biasa, Letnan TNI Jebolan AAU 2019 Terbangkan Elang Supersonik Seharga 343 Miliar Sendirian

Tentara Rusia itu direkrut dari sebuah penjara di kota Tyumen, Siberia. Ia dikabarkan menjadi salah satu anggota unit Storm Z mjliter Rusia, yang dimobilisasi ke Ukraina pada 25 Desember 2022 lalu.

Sejak agresi militer Rusia digelar pada 24 Februari 2022, Presiden Rusia, Vladimir Putin, memberlakukan kembali kebijakan era pemimpin Uni Soviet, Josef Stalin.

Putin mengerahkan para tahanan yang didakwa atas tindak pembunuha sebagai prajurit, untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) dalam perang di Ukraina.

Dari puluhan ribu mantan narapidana yang dikirim Putin ke palagan Ukraina, dua diantaranya adalah kanibal.

VIVA Militer: Tentara Rusia dari unit Storm Z

VIVA Militer: Tentara Rusia dari unit Storm Z

Storm Z adalah unit paling berbahaya yang sangat ditakuti tentara Ukraina, yang dibentuk sejak April 2023. Dipimpin oleh Kolonel Jenderal Yevgeny Burdinsky, saat ini unit Storm Z diperkirakan mencapai 170.000 personel.

Baca Juga  KCIC Bakal Periksa Tiket Penumpang Whoosh Secara Acak, Cegah Kekeliruan Data

Halaman Selanjutnya

Putin mengerahkan para tahanan yang didakwa atas tindak pembunuha sebagai prajurit, untuk memperkuat Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) dalam perang di Ukraina.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *